Aku tidak menuntut apapun.
Tidak meminta kepastian,
tidak memaksa keadaan.
Perhatianku... sudah kuturunkan ke titik paling sunyi, tapi rasaku tidak pernah benar-benar padam.
Diam-diam, aku tetap kembali ke tempat yang sama, menunggumu, meski tidak pernah diminta.
Aku tahu, bertahan seperti ini terasa terlihat bodoh.
Tapi aku juga tahu, tidak semua rasa diciptakan untuk logika. Ada yang memang hanya ingin tetap tinggal, meski jalannya penuh luka kecil yang tidak pernah sembuh.
Dan aku? Aku masih di sini.
Tidak karena tidak punya pilihan,
tapi karena hatiku sudah terlanjur memilihmu dengan sadar, degan penuh resiko, dengan segala kemungkinan yang tidak memihakku.
Selama aku mampu, selama rasaku belum selesai, aku akan tetap di sini.
Pelan-pelan. Tanpa ribut. Tanpa pamit
Karena yang kumau...
masih kamu.